perbedaan jinayah dan jarimah

Perbedaan Jinayah dan Jarimah dalam Hukum Islam

Diposting pada 205 views

Terdapat dua istilah yang kerap disalah-fahami dalam materi hukum Islam, yaitu jinayah dan jarimah.

Perbedaan keduanya tidaklah sulit kita cerna. Ibarat pohon, Jinayah adalah cabang, sedang jarimah adalah rantingnya.

Hukum pidana islam dalam ilmu fiqih disebut dengan istilah Jinayah. Sedang, jarimah adalah perbuatan pidananya.

Jadi, Jinayah berkutat pada hukum atau aturan-aturan pidana. Dan Jarimah merujuk pada perbuatan pidana yang dilakukan mukallaf.

Dengan kata lain, Jinayah adalah bidang hukum yang membicarakan macam-macam perbuatan pidana dan hukumnya.

Ada 4 jenis Jarimah yang perlu anda kenal, diantaranya yaitu:

1. Jarimah qishas

Kejahatan dalam jarimah ini mengakibatkan si pelaku menerima hukuman setimpal, sesuai dengan kejahatan yang ia lakukan kepada korban.

Misalnya, sanksi hukuman mati dikenakan pada si pelaku yang sengaja melakukan pembunuhan.

Baca juga:

2. Jarimah diyat

Yaitu perbuatan yang mengakibatkan si pelaku memberikan ganti rugi atas penderitaan yang dialami si korban atau keluarganya.

Diyat (ganti rugi) menjadi opsi jika pelaku dimaafkan oleh korban/keluarganya.

Seperti penganiyaan dimana pelaku melukai korban. Sanksi yang dapat ia terima adalah pembalasan setimpal, atau membayar diyat sesuai dengan permintaan korban dan keluarganya.

3. Jarimah had

Yaitu perbuatan yang dikenakan sanksi karena melanggar ketentuan-ketentuan syariat yang telah ditetapkan dalam islam.

Sanksi-sanksi kejahatan ini telah disebutkan dalam nash al-qur’an dan hadits.

Seperti hukuman potong tangan bagi pencuri, cambuk bagi penuduh zina, dan sebagainya.

4. Jarimah ta’zir

Yaitu segala macam kejahatan yang sanksinya tidak disebutkan oleh nash al-Qur’an dan Hadits, melainkan ketentuannya menjadi wewenang penguasa.

Dengan kata lain, Negara / hakim di sini diberi kebebasan untuk menjatuhkan sanksi kepada si pelaku.

Kejahatan yang masuk dalam katergori ini diantaranya seperti pelanggaran lalu lintas, penipuan, pencemaran nama baik, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.