oleh

Pengertian, Fungsi, serta Perbedaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

-Komunikasi-505 views

Komunikasi adalah proses mengirim dan menerima informasi di antara dua individu / lebih. Manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya secara tatap muka, tetapi juga melalui Internet, buku, surat kabar, dan lain sebagainya.

Banyak orang percaya bahwa pentingnya komunikasi sama pentingnya bernapas. Memang, komunikasi memfasilitasi penyebaran pengetahuan dan membentuk hubungan antar manusia.

Penulis menulis buku untuk menanamkan pengetahuan kepada Dunia. Para guru berbagi pengalaman dengan siswa-siswa mereka. Dan perusahaan bertukar informasi dengan anak perusahaan dan pelanggan mereka. Tidak diragukan lagi, proses berbagi pengetahuan dan informasi tidak akan terjadi tanpa komunikasi.

Berkomunikasi membantu orang untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka, dan pada saat yang sama, membantu kita untuk memahami emosi dan pikiran orang lain.

Secara umum, proses komunikasi terjadi secara verbal maupun nonverbal. Keduanya saling beriringan.

Saat berbincang-bincang, kita dapat memahami apa yang terkandung dari kata-kata yang disampaikan pembicara. Serta melihat rahut wajah, tatapan mata, gerak tubuh, atau bahkan pakaian yang ia kenakan. Semua itu memberikan informasi kepada kita.

Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah proses pertukaran informasi atau pesan antara dua orang atau lebih melalui kata-kata lisan atau tertulis.

Komunikasi verbal terjadi melalui percakapan tatap muka, diskusi kelompok, konseling, wawancara, radio, televisi, panggilan, memo, surat, laporan, catatan, email dll.

A. Komunikasi lisan

Yaitu jenis komunikasi di mana pesan ditransmisikan melalui kata-kata yang diucapkan. Di sini pembicara menggunakan kata-kata sebagai ungkapan dari perasaan, pikiran, gagasan, dan pendapatnya. Dan penyampaiannya bisa dalam bentuk pidato, diskusi, presentasi, dan percakapan.

Efektivitas komunikasi verbal tergantung pada nada pembicara, kejelasan berbicara, volume, kecepatan, bahasa tubuh, dan kualitas kata-kata yang digunakan dalam percakapan. Dalam komunikasi verbal, umpan balik terjadi secara langsung. Karena terdapat transmisi dan penerimaan pesan secara simultan antara bembicara dan pendengar.

Pembicara harus menjaga nada bicaranya, terdengar jelas bagi semua orang, dan harus memperhatikan materi/isi pesan yang disampaikan kepada audiens.

Pembicara juga harus selalu memastikan bahwa pesannya dipahami pendengar sama persis dengan apa yang dimaksudkan olehnya.

Komunikasi semacam lebih rentan terhadap kekeliruan. Karena terkadang kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan dan emosi seseorang.

Keberhasilan komunikasi verbal tidak hanya bergantung pada skill berbicara, tetapi juga pada keterampilan mendengar. Mendengarkan isi pesan komunikasi secara efektif dapat menentukan efektifitas komunikasi.

Komunikasi verbal berlaku baik dalam situasi formal maupun informal.

B. Komunikasi Tertulis

Komunikasi tertulis melibatkan semua jenis pesan yang memanfaatkan kata-kata secara tertulis.

Beberapa contoh komunikasi tertulis diantaranya:

  • Memo
  • Laporan
  • Buletin
  • Deskripsi pekerjaan
  • Email
  • Pesan singkat
  • E-mail
  • Situs web internet
  • Surat
  • Proposal
  • Telegram
  • Faks
  • Kartu pos
  • Kontrak
  • Iklan
  • Brosur
  • Rilis berita

C. Manfaat dan Kekurangan Komunikasi Tertulis

Beberapa manfaat dari komunikasi tertulis adalah:

  • Tidak perlu kontak pribadi – Anda dapat memberi tahu orang melalui email, bukan tatap muka.
  • Hemat – Anda dapat mengirim email alih-alih menelepon jarak jauh.
  • Bukti tertulis – Menampilkan bukti tertulis jika terjadi perselisihan.

Kekurangan komunikasi ini antara lain:

  • Keterlambatan dalam komunikasi – mungkin perlu waktu beberapa saat untuk sampai ke penerima yang dituju.
  • Kurangnya kerahasiaan – begitu di atas kertas, siapa pun bisa membacanya.

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah pertukaran informasi/pesan antara dua orang atau lebih melalui isyarat, ekspresi wajah, kontak mata, kedekatan, sentuhan, dan lain-lain, tanpa menggunakan kata-kata secara lisan atau tertulis.

A. Karakteristik Komunikasi Non-verbal

Beberapa karakteristik penting dari komunikasi non-verbal adalah sebagai berikut:

  • Tidak menggunakan kata-kata : Komunikasi non-verbal adalah komunikasi tanpa kata-kata. Ia menggunakan gerak tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, kedekatan fisik, menyentuh, dll.
  • Ditentukan secara kultural : Komunikasi non-verbal dipelajari di masa kanak-kanak, diwariskan kepada Anda oleh orang tua Anda dan orang lain dengan siapa Anda bergaul. Anda mengadopsi tingkah laku kelompok budaya Anda.
  • Arti yang berbeda : Simbol non-verbal dapat memiliki banyak arti. Aspek lintas budaya dapat memberikan penafsiran yang beraneka ragam terhadap suatu ekspresi yang sama.
  • Tidak jelas dan tidak tepat : Komunikasi non-verbal cukup samar dan tidak tepat. Karena dalam komunikasi ini tidak menggunakan kata-kata yang mengekspresikan arti yang jelas kepada penerima.
  • Mungkin bertentangan dengan pesan verbal: Komunikasi non-verbal begitu mengakar, begitu tidak disadari, sehingga Anda dapat mengekspresikan pesan verbal dan kemudian langsung berkontradiksi dengan pesan nonverbal.
  • Sebagian besar tidak disadari: Komunikasi non-verbal tidak disadari. Dalam arti bahwa biasanya tidak direncanakan atau dilatih. Komunikasi ini terjadi seketika.
  • Menunjukkan perasaan dan sikap: Ekspresi wajah, gerak tubuh, cara Anda menggunakan mata, semua mengkomunikasikan perasaan dan emosi Anda kepada orang lain.
  • Informalitas : Komunikasi non verbal tidak mengikuti aturan, formalitas, atau struktur seperti komunikasi lainnya. Sebagian besar komunikasi ini terjadi secara tidak disadari dengan menggerakkan berbagai anggota tubuh.

B. Fungsi Komunikasi Nonverbal

Mengetahui fungsi komunikasi nonverbal sangatlah krusial, karena berguna untuk membangun hubungan positif antar sesama.

Pesan yang dikomunikasikan lewat gerak tubuh, wajah, mata, kecepatan suara, atau bahkan keheningan mengandung daya tarik tersendiri. Hal ini mendorong para peneliti menelaah lebih jauh arti gerak tubuh manusia.

Kita juga ingin dapat menguasai komunikasi nonverbal yang kita lakukan, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif. Karenanya, banyak kalangan eksekutif atau orang-orang terdidik memberi perhatian khusus terhadap jenis komunikasi ini.

Beberapa fungsi komunikasi nonverbal yaitu:

1. Untuk menggantikan

Komunikasi nonverbal dapat menggantikan pesan yang mungkin akan anda sampaikan secara lisan. Seperti Anda cukup menganggukan kepala sebagai pengganti dari kata “ya”. Serta menggerakan jari anda untuk mengatakn “tidak”

2. Untuk menekankan

Kita dapat memberi penekanan terhadap informasi yang disampaikan lewat pesan verbal. Seperti menggebrak meja untuk menekankan pernyataan yang kita ungkapkan.

3. Untuk mengatur

Gerak nonverbal dapat mengendalikan atau mengatur pesan verbal. Seperti anda mencondongkan badan kedepan dan menggerakan tangan untuk menunjukkan bahwa anda ingin mengatakan sesuatu.

4. Untuk mengulangi

Kita juga dapat mengulangi pernyataan verbal kita melalui gerak nonverbal. Seperti menyertai perkataan “benarkah?” dengan mengangkat kedua alis ke atas.

5. Untuk melangkapi

Umumnya kita memakai komunikasi nonverbal untuk memperkuat warna atau sikap kita yang dinyatakan lewat pesan perbal. Seperti anda tersenyum saat menceritakan kisah gokil.

6. Untuk menggambarkan kotradiksi

Untuk tujuan tertentu, kadang kita sengaja memberik isyarat yang berlawanan dengan pernyataan yang kita sampaikan. Seperti kita menyilangkan dua jari telunjuk untuk menginformasikan bahwa yang dibicarakan oleh kita adalah tidak benar.

Perbandingan Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Membedakan komunikasi verbal dan nonverbal tidak lah sulit. Intinya, komunikasi verbal menggunakan kata-kata dalam menyampaikan pesan. Komunikasi nonverbal tidaklah demikian, melainkan terjadi secara tersirat melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, bahasa isyarat, tata letak tulisan, dan sebagainya yang mengandung pesan bagi pendengar/pembaca.

Lihat tabel berikut:

Komunikasi Verbal Komunikasi Nonverbal
Lisan Paralanguage (nada, volume, kecepatan berbicara, dll.)
Bahasa tubuh (gerak tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, dll.)
Tulisan Tata letak, warna, sampul, jenis kertas, latar belakang penulis, dll.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *