oleh

Pengertian, Tanda, Penyebab dan Solusi Hidup Terasing

-Sosial-764 views

Keterasingan berasal dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal. Sehingga terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi hidup terasing adalah kehidupan yang tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

Ada dua pengertian hidup terasing. Pertama adalah terasing secara fisik, dimana seseorang secara pergaulan tersisih, hidup menyendiri, dan tidak bersosialisasi. Kedua yaitu terasing jiwanya, dalam artian, secara fisik ia berkumpul bersama dengan yang lain, namun jiwanya jauh dari mereka.

Tanda Hidup Terasing

Hidup terasing ditandai dengan ketidakmampuan mengadakan interaksi sosial dengan pihak lain. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti karena masalah mental dan keterbatasan fisik, bisa juga karena faktor eksternal, dimana seseorang sengaja dikucilkan karena berbeda dari kelompoknya.

Perlu digarisbawahi, keterasingan dapat dialami oleh individu dan kelompok.

Secara individu, orang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat berinteraksi sosial. Hidupnya menjadi terasing, berpindah-pindah seperti yang kita lihat di jalanan. Meski ada juga orang gila yang beruntung di tempatkan di rumah sakit jiwa.

Kelompok-kelompok kecil dikucilkan oleh kelompok besar karena perbedaan faham. Pernahkah anda mendengar bagaimana kelompok Ahmadiyah di asingkan dari kebanyakan masyarakat muslim di Indonesia? Terlebih setelah mengalami trauma akibat kekerasan fisik yang mereka alami.

Keterasingan tidak mesti ditandai dengan tidak adanya orang-orang yang mengitari. Jika Anda berada ditengah keramaian, dan banyak sekali yang berlalu lalang, tetap saja Anda merasa terasing jika tidak melakukan interaksi sosial.

Keterasingan bisa terjadi secara sesaat, dalam waktu yang lama, atau bahkan permanen. Tergantung mampu tidaknya manusia berinteraksi sosial.

Seperti yang terjadi pada seseorang di tengah keramaian. Pada saat itu ia merasa terasing, namun saat berkumpul dengan kelompoknya, keterasingan tersebut menjadi sirna.

Orang yang berbaring koma di rumah sakit, tapi dapat mendengar pembicaraan orang-orang sekitarnya, hidupnya menjadi terasing karena tidak berinteraksi dengan mereka.

Faktor Penyebab hidup terasing

Ada beberapa penyebab mengapa hidup manusia menjadi terasing. Semua itu saya rangkum dalam penjelasan di bawah.

1. Sengaja diasingkan

Orang yang dipenjara tidak dapat berinteraksi dengan leluasa. Terlebih jika ia menjadi tahanan nomor satu yang ditempatkan diruang terisolir.

Orang yang melanggar hukum adat, misalnya, mendapat sanksi masyarakat. Ia dikucilkan dari kelompoknya. Sehingga akses hubungan sosial menjadi terbatas.

Seorang anak yang sengaja diisolir dari orang lain, tidak boleh bergaul dengan teman-teman sebaya dan masyarakat sekitar, mengalami perkembangan yang stagnan. Bahkan berprilaku layaknya hewan.

2. Kecacatan fisik

Kehidupan terasing dapat juga diderita oleh orang-orang yang mengalami cacat secara fisik. Orang yang tuli sejak lahir mengalami kesulitan memahami bahasa, akibatnya ia sulit berkomunikasi. Demikian juga orang buta yang mengasingkan diri karena keterbatasan indranya.

3. Gangguan kesehatan

Orang yang menderita penyakit menular cenderung tidak percaya diri melakukan hubungan sosial. Rasa minder dan bersalah mengitarinya. Setiap hendak berinteraksi, ia mengira orang akan menolaknya. Terlebih jika sakit yang dideritanya sangat akut dan berbahaya.

4. Perbedaan

Salah satu alasan mengapa orang tidak melakukan interaksi sosial adalah karena perbedaan mencolok antara dirinya dengan orang lain. Seperti perbedaan bahasa, ras, suku, dan agama.

Terasingnya seseorang akibat perbedaan ini dapat menimbulkan prasangka-prasangka. Orang Islam di Amerika menjadi was-was pasca serangan teroris, Ia takut keluar rumah karena hawatir atas kekerasa yang mungkin akan ia alami.

Orang Yahudi pada masa perang dunia kedua mengalami tindakan diskrimantif. Akibatnya mereka bergaul secara eksklusiv, hanya dengan kelompoknya sendiri.

5. Sikap mental

Rasa minder, tidak percaya diri, pemalu, dan sejenisnya merupakan gangguan psikologis yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial manusia.

Seseorang yang sangat pemalu enggan bertemu dengan orang lain, apalagi dengan orang yang tidak dikenalnya. Untuk mengekspresikan diri, kisah-kisah hidupnya ditorehkan dalam buku diari. Dari A sampai Z, semuanya lengkap.

6. Kesibukan

Orang yang dirudung kesibukan kerja mengalami keterbatasan berinteraksi sosial. Terlebih jika pekerjaannya tidak melibatkan orang lain, seperti duduk di depan komputer memeriksa banyak arsip, memeriksa tumpukan surat-surat perusahaan, dan lain sebagainya.

Solusi Hidup Terasing

Hidup terasing merupakan masalah sosial yang perlu diatasi. Pada dasarnya manusia ingin hidup berdampingan, saling membantu, dan merasakan kebahagiaan bersama. Semua itu hanya bisa digapai dengan berinteraksi. Beberapa kesulitan bersosialisasi mungkin dapat diredakan dengan beberapa tips berikut:

1. Temukan berbagai cara bersosialisasi 

Ada banyak cara bisa anda tempuh untuk memulai bersosialisasi. Temukan banyak kegiatan positif yang membangun kebersamaan dengan masyarakat, hadiri undangan yang ditujukan untuk Anda, cobalah aktif berorganisasi, serta beranikan diri untuk memulai pembicaraan.

2. Berani berkomunikasi

Inti masalah keterasingan adalah karena ketidakmampuan seseorang bersosialisasi. Dan hal ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya komunikasi. Oleh karena itu, cobalah memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.

Anda bisa memulainya dengan menanyakan hal-hal sepele terhadap orang disebelah Anda. Menyapa dan menanggapi orang yang tidak dikenal merupakan langkah positif mengentaskan keterasingan.

3. Tetap berfikir positif

Hidup ditengah masyarakat akan menimbulkan banyak tantangan. Anda akan menjumpai karakter manusia yang beraneka ragam. Tetaplah berfikir positif saat berhadapan dengan semua orang. Pastikan selalu melakukan komunikasi dengan mereka, siapa pun dia. Dengan begitu, anda akan tetap tenang meski sedang bersama orang pendiam, pemarah, dan lain sebagainya.

4. Jaga etika

Orang akan merasa nyaman berdampingan dengan Anda jika Anda berperilaku sopan dan menyenangkan. Ini adalah hukum Alam yang berlaku bagi semua manusia.

Hal-hal positif bisa anda bangun dengan senyuman saat bertemu, bersalaman, menghindari bahasa tubuh yang melukai perasaan, tidak melakukan pembicaraan yang mencela. serta tidak memanggil orang yang Anda kenal dengan panggilan yang mengecewakan.

Semua itu adalah bagian dari etika yang perlu Anda jaga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *