oleh

Penggunaan, Arti, Contoh Need dan Dare dalam Kalimat

-Grammar-24 views

Need artinya, dalam bahasa Indonesia, adalah “membutuhkan, memerelukan” (jika ia sebagai kata kerja / verb), dan kebutuhan / keperluan (jika sebagai kata benda / noun)

Sedang dare artinya berani. Dalam hal ini ia sebagai verb. Ada beberapa kata yang searti dengan dare, yaitu brave (adjective), gut (noun), yang artinya juga berani.

Dalam artikel ini, kata need dan dare dikupas secara khusus. Mengingat kapasaitas keduanya adalah sebagai modal auxiliary verb.

Contoh Need

Struktur penggunaan kata need, jika ia sebaagai modal auxiliary verb, diikuti oleh bare infinitve (katakerja yang dasar yang tidak mendapat perubahan apapun)

Strukturnya adalah sebagai berikut:

Kalimat positive: Subjek + Need + Verb (bare infinitive)

Kalimat negative: Subjek + Need + Verb (bare infinitive)

Contoh need dalam kalimat:

  • I need talk with you (Aku perlu berbicara dengan kamu)
  • I need not cook this time (Aku gak perlu memasak saat ini)
  • She need come back (Dia perlu datang kembali)
  • Doni need learn English more and more. (Doni butuh belajar bahasa Inggris lagi dan lagi)

Perlu diketahui, need juga bisa sebagai ordinary verb, Artinya kata ini dapat mengalami perubahan, sesuai dengan subjek dan waktunya.

Strukturnya adalah:

Kaliamat positive: Subjek + Need + to + verb (bare infinitive)

Kalimat negative: Subjek + don’t/doesn’t/didn’t + Need + to + verb (bare infinitive)

Perhatikan need sebagai ordinary verb berikut:

  • I needed to talk with you yesterday (Aku perlu berbicara denganmu kemarin.)
  • I don’t need to cook this time (Aku gak perlu memasak saat ini)
  • SHe needs to come back (Dia perlu datang kembali.)
  • Doni needs to learn English more and more. (Doni perlu belajar bahasa Inggris lagi dan lagi.)

Kata NEED, baik sebagai modal auxiliary verb maupun ordinary verb, memiliki arti sama. Hanya saja strukturnya mengalami sedikit perbedaan.

Dan itulah yang perlu Anda perhatikan dalam penulisan need.

Lantas bagaimana dengan kata DARE?

Contoh Dare

Jika Anda memehami ilustrasi need di atas, maka akan mudah memahami struktur penggunaan DARE. Sebab, keduanya adalah sama persis.

Perhatikan struktur dare sebagai auxiliary verb berikut:

Kalimat positive: Subjek + Dare + Verb (Bare Infinitive)

Kalimat negative: Subjek + Dare + Not + Verb (Bare Infinitive)

Contoh dare dalam kalimat:

  • I dare talk with here here. (Aku berani berbicara dengan dia di sini.)
  • I dare not open my mouth. (Aku gak berani membuka mulut.)
  • She dare speak in English with me. (Dia berani berbicara bahasa Inggris denganku.)
  • Jhon dare not come forward.  (Jhon tidak berani maju ke depan.)

Selain sebagai auxiliary di atas, kata dare juga bisa sebagai ordinary verb (kata kerja utama).

Dan strukturnya adalah sebagai berikut:

Kalimat positive: Subjek + Dare + to + Verb (Bare Infinitive)

Kalimat negative: Subjek + don’t/doesn’t/didn’t + Dare + to +Verb (Bare Infinitive)

Contoh kalimat:

  • I dare to talk with here here. (Aku berani berbicara dengan dia di sini.)
  • I don’t dare to open my mouth. (Aku gak berani membuka mulut.)
  • She dares to speak in English with me. (Dia berani berbicara bahasa Inggris denganku.)
  • Jhon doesn’t dare to come forward.  (Jhon tidak berani maju ke depan kemarin.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *