oleh

Penggunaan, Arti, Contoh Need dan Dare dalam Kalimat

-Grammar-324 views

Need artinya, dalam bahasa Indonesia, adalah “membutuhkan, memerelukan” (jika ia sebagai Kata kerja / verb), dan kebutuhan / keperluan (jika sebagai kata benda / noun)

Sedang dare artinya berani. Dalam hal ini ia sebagai verb. Ada beberapa kata yang searti dengan dare, yaitu brave (adjective) berani, gut (noun) keberanian,.

Dalam artikel ini, kata need dan dare dikupas secara khusus. Mengingat kapasaitas keduanya adalah sebagai modal auxiliary verb.

Contoh Need

Need adalah sebuah kata kerja, hanya saja ia bisa berupa kata kerja bantu (Auxiliary verb), bisa juga sebagai kata kerja utama (ordinary verb).

1. Need sebagai auxiliary verb

Struktur penggunaan kata need, jika sebagai modal auxiliary verb, ia diikuti oleh bare infinitve (kata kerja dasar yang tidak mendapat perubahan apapun)

Strukturnya adalah sebagai berikut:

Kalimat positive: Subjek + Need + Verb (bare infinitive)

  1. I need study (Aku perlu belajar)
  2. We need think (Kita perlu berfikir)
  3. She need read (Dia perlu membaca)

Kalimat negative: Subjek + Need + not + Verb (bare infinitive)

  1. I need not study (Aku tidak perlu belajar)
  2. We need not think (Kita tidak perlu berfikir)
  3. She need not read (Dia tidak perlu membaca)

Contoh need dalam kalimat lainnya:

  • I need talk with you (Aku perlu berbicara dengan kamu)
  • I need not cook this time (Aku gak perlu memasak saat ini)
  • She need come back (Dia perlu datang kembali)
  • Doni need learn English more and more. (Doni butuh belajar bahasa Inggris lagi dan lagi)

2. Need sebagai ordinary verb

Perlu diketahui, need juga bisa sebagai kata kerja utama (ordinary verb). Sehingga kata kerja ini dapat mengalami perubahan, sesuai dengan subjek dan waktunya.

Strukturnya adalah:

Kaliamat positive: Subjek + Need + to + verb (bare infinitive)

  1. I need to think (Aku perlu berfikir)
  2. Yesterday, we needed to talk (Kemarin, kita perlu berbicara)
  3. She needs to study (Dia perlu belajar)

Pada kalimat di atas, kata “needed” menyesuaikan waktunya (lampau), dan kata “needs” menyesuaikan subjeknya (orang ketiga tunggal).

Kalimat negative: Subjek + don’t/doesn’t/didn’t + Need + to + verb (bare infinitive)

  1. I don’t need to think (Aku tidak perlu berfikir)
  2. Yesterday, we didn’t need to talk (Kemarin, kita tidak perlu berbicara)
  3. She doesn’t need to study (Dia tidak perlu belajar)

Perhatikan need sebagai ordinary verb berikut:

  • I needed to talk with you yesterday (Aku perlu berbicara denganmu kemarin.)
  • I don’t need to cook this time (Aku gak perlu memasak saat ini)
  • SHe needs to come back (Dia perlu datang kembali.)
  • Doni needs to learn English more and more. (Doni perlu belajar bahasa Inggris lagi dan lagi.)

Kata NEED, baik sebagai modal auxiliary verb maupun ordinary verb, memiliki arti sama. Hanya saja strukturnya mengalami sedikit perbedaan.

Dan itulah yang perlu Anda perhatikan dalam penulisan need.

Lantas bagaimana dengan kata DARE?

Contoh Dare

Jika Anda memehami ilustrasi need di atas, maka akan mudah memahami struktur penggunaan DARE. Sebab, keduanya adalah sama persis.

1. Dare sebagai auxiliary verb

Perhatikan struktur dare sebagai auxiliary verb berikut:

Kalimat positive: Subjek + Dare + Verb (Bare Infinitive)

  1. I dare speak (Aku berani berbicara)
  2. We dare come (Kita berani datang)
  3. She dare jump (Dia berani lompat)

Kalimat negative: Subjek + Dare + Not + Verb (Bare Infinitive)

  1. I dare not speak (Aku tidak berani berbicara)
  2. We dare not come (Kita tidak berani datang)
  3. She dare not jump (Dia tidak berani lompat)

Contoh dare dalam kalimat:

  • I dare talk with here here. (Aku berani berbicara dengan dia di sini.)
  • I dare not open my mouth. (Aku gak berani membuka mulut.)
  • She dare speak in English with me. (Dia berani berbicara bahasa Inggris denganku.)
  • Jhon dare not come forward.  (Jhon tidak berani maju ke depan.)

2. Dare sebagai ordinary verb

Selain sebagai auxiliary di atas, kata dare juga bisa sebagai ordinary verb (kata kerja utama). Dalam konteks ini, kata “Dare” akan mengalami perubahan karena harus menyesuaikan subjek dan waktunya.

Strukturnya adalah sebagai berikut:

Kalimat positive: Subjek + Dare + to + Verb (Bare Infinitive)

  1. I dare to speak (Aku berani berbicara)
  2. We dared to come yesterday (Kita berani datang kemarin)
  3. She dares to jump (Dia berani lompat)

Kalimat negative: Subjek + don’t/doesn’t/didn’t + Dare + to +Verb (Bare Infinitive)

  1. I don’t dare to speak (Aku tidak berani berbicara)
  2. We didn’t dare to come yesterday (Kita tidak berani datang kemarin)
  3. She doesn’t dare to jump (Dia tidak berani lompat)

Contoh kalimat lainnya:

  • I dare to talk with here here. (Aku berani berbicara dengan dia di sini.)
  • I don’t dare to open my mouth. (Aku gak berani membuka mulut.)
  • She dares to speak in English with me. (Dia berani berbicara bahasa Inggris denganku.)
  • Jhon doesn’t dare to come forward.  (Jhon tidak berani maju ke depan kemarin.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed