contoh conjunction, arti dan macamnya dalam kalimat

Daftar Contoh Conjunction, Arti dan Macamnya dalam Kalimat

Diposting pada 48 views

Conjunction biasa disebut dengan kata penghubung. Ia digunakan untuk menghubungkan kata, kelompok kata (frase), dan klausa.

Untuk memahami definisi ini, lanjutkan bacaan anda hingga tuntas.

Secara umum, ada tiga macam conjunction yang perlu anda ketahui. Yaitu Coordinative Conjunction, Correlative Conjunction, dan Subordinative Conjunction.

1. Coordinative conjunction

Yaitu kata penghubung yang digunakan untuk menggabungkan kata, frase, dan klausa independen.

  • For (karena)
  • And (dan)
  • Nor (atau)
  • But (tapi)
  • Or (atau)
  • Yet (meski)
  • So (sehingga)

Semua contoh conjunction di atas dapat kita singkat menjadi FANBOYS.

Contoh menggabungkan kata:

  • Budi, Adam, and Susan are working together. (Budi, Adam, dan Susan sedang bekerja bersama.)
  • He is a reach but stingy man. (Dia pria kaya namun pelit.)

Contoh menggabungkan frase:

  • The bank manager and his deputy will arrive soon. (Pimpinan bank dan wakilnya akan segera tiba.)
  • I can see the smart students and the great teachers here. (Saya dapat melihat para siswa cerdas dan guru-guru hebat di sini.)

Contoh menggabungkan klausa:

  • They asked me a question, but I couldn’t answered well. (Mereka membuat suatu pertanyaan kepada saya, akan tetapi saya tidak dapat menjawabnya dengan baik.)
  • His is really smart, so I can study with him. (Dia sungguh cerdas, sehingga saya dapat belajar dengannya.)

Conjunction ini menunjukkan pada kesetaraan tingkat, Dimana level masing-masing elemen bertaraf sejajar.

2. Correlative conjunction

Yaitu kata penghubung yang berpasangan. Diantaranya adalah:

  • Either.. or (Baik… ataupun) 
  • Neither… nor (Baik.. ataupun)
  • Whether… or (Apakah … atau)
  • Not only… but also (Tidak hanya… tapi juga)

Contoh:

  • She eats either noodle or pizza. (Dia makan baik mi ataupun pizza)
  • I like neither coffee nor tea. (Saya tidak suka baik kopi ataupun teh.)
  • Dony is not only smart, but also clever. (Dony bukan hanya cerdas, tapi juga pintar.)

3. Subordinative conjunction

Yaitu kata penghubung antara induk dan anak klausa.

  • after (setelah)
  • although (meskipun)
  • as (sebagai)
  • because (karena)
  • before (sebelum)
  • if (jika)
  • once (sekali)
  • since (sejak)
  • than (daripada)
  • that (bahwa)
  • though (meski)
  • till (hingga)
  • until (hingga)
  • when (ketika)
  • where (dimana)
  • whether (apakah)
  • while (sementara)

Perlu diingat, setiap klausa yang terletak setelah conjunction adalah “anak klausa”.

Perhatikan contoh berikut:

  • She understood after I explained the lesson. (Dia faham setelah saya jelaskan materinya.)
  • You can’t come in because you don’t have any ticket. (Kamu tidak boleh masuk karena tidak memiliki tiket.)
  • If you are happy, I will give you something. (Jika kamu bahagia, saya akan memberimu sesuatu.)

Pada contoh kalimat di atas, yang berwarna biru adalah anak klausa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.