oleh

Cara Mudah Membuat Contoh Conditional Sentence Type 0,1,2,3 Lengkap

-Grammar-35 views

Conditional sentence adalah Kalimat yang digunakan untuk berandai-andai. Kalimat ini terdiri dari dua klausa, yaitu induk dan anak klausa.

Pelajari kembali materi berikut:

Kalimat ini berfungsi untuk menyatakan harapan, baik harapannya akan terjadi, pasti terjadi, sudah terjadi, atau bahkan tidak mungkin terjadi, namun tetap diharapkan.

Penulisan 

Penulisannya menggunaan if. Apabila if diletakkan di tengah kalimat, maka tidak perlu di tambahkan koma. Sementara bila if berada di awal kalimat, maka mutlak harus ditambahkan koma, untuk memisahkan induk dan anak kalimat.

  1. I will help you if you help me. (Aku akan menolongmu jika kamu menolongku.)
  2. If you help me, I will help you. (Jika kamu menolongku, maka aku akan menolongmu.)

Jenis

Conditional sentence terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Conditional sentence type 0
  • Conditional sentence type 1
  • Conditional sentence type 2
  • Conditional sentence type 3

Formula & Contoh Conditional Sentence

Conditional sentence type 0

Conditional sentence tipe zero adalah bentuk kalimat pengandaian yang hasilnya pasti terjadi. Kemungkinan gagalnya sangat kecil.

Polanya cukup menggunakan “simple present tense”.

Perhatikan rumus dan contohnya berikut:

IF SIMPLE PRESENT TENSE, SIMPLE PRESENT TENSE.

  • If I eat rice, I am full. (Jika aku makan nasi, aku kenyang.)
  • If I don’t study hard, I am not clever. (Jika aku tidak belajar dengan tekun, aku tidak pintar)

SIMPLE PRESENT TENSE IF SIMPLE PRESENT TENSE.

  • I am full if I eat (Aku Kenyang jika aku makan nasi.)
  • I am not clever if I don’t study hard. (Aku tidak pintar jika aku tidak belajar dengan tekun.)

Pola kalimat di atas menunjukkan harapan yang sesuai dengan fakta.

Conditional sentence tipe 1

Pola conditional sentence tipe satu menunjukkan pada harapan yang akan terjadi di masa depan.

Hasilnya belum dapat di pastikan, dan belum tentu sesuai dengan harapan.

Karena bisa jadi cara yang di lakuikan tidak sesuai dengan apa yang ingin di capai atau sebaliknya.

Berikut pola dan contoh kalimatnya:

IF SIMPLE PRESENT TENSE, SIMPLE FUTURE TENSE.

  • If I ask money, my mother will be angry. (Jika aku minta uang, ibuku akan marah.)
  • If I don’t eat, my mother will be angry. (Jika aku tidak makan, ibuku akan marah)

SIMPLE FUTURE TENSE IF SIMPLE PRESENT TENSE.

  • Mother will be angry if I ask (Ibuku akan marah jika aku minta uang.)
  • Mother will be angry if I don’t (Ibuku akan marah jika aku tidak makan.)

Bentuk conditional sentence tipe ini belum terbukti berhasil dan gagalnya, sebab faktanya masih belum terjadi.

Conditional sentence type 2

Berbeda dangan bentuk sebelumnya, pola conditional sentence tipe ke-2 digunakan untuk mengharapkan sesuatu hal yang pasti tidak terjadi, sangat kecil kemungkinan terwujud, atau mustahil.

Polanya menggunakan simple past tense pada induk kalimat, dan modal past (would) pada anak kalimat.

Perlu diingat, semua “to be” pada induk kalimatnya pasti menggunakan ”were”, meskipun subjeknya berupa she,he,it.

Pelajari rumus dan contohnya berikut:

IF SIMPLE PAST TENSE, MODAL PAST (WOULD).

  • If you sang, I would dance. (Jika kamu bernyanyi, aku akan menari.)
  • If I were a police, I would take the thief. (Jika aku seorang polisi, aku akan menangkap pencurinya.)

MODAL PAST IF SIMPLE PAST TENSE.

  • I would dance if you sang. (Aku akan menari jika kamu bernyanyi.)
  • I would take the thief if I were police (Aku akan menangkap pencurinya jika aku seorang polisi.)

Faktanya:

  1. You don’t sing, so I don’t dance. (Kamu tidak bernyanyi, jadi aku tidak menari)
  2. I am not a police so I don’t take the thief / I don’t take the thief because I am not a police. (Karena aku bukan polisi, jadi aku tidak menangkap pencurinya.)

Biasanya kalangan penyair menggunakan bentuk kalimat pengandaian ini sebagai rayuan.

  • If you were a bee, I would be the honey. (Jika kamu seekor lebah, aku akan menjadi madunya)

Faktanya: You are not a bee, so I don’t be the honey. (Kamu bukanlah seekor lebah, sehingga aku tidak menjadi madunya.)

Perlu diketahui, semua fakta bagi conditional sentence tipe 2 ini berpola “simple present tense” sebagai penjelas kejadian yang sesungguhnya.

Conditional sentence type 3

Yaitu bentuk kalimat pengandaian yang menunjukkan harapan kepada sesuatu yang sudah terjadi, agar dapat kembali ke waktu itu untuk memperbaiki keadaannya.

Kalimat pengandaian tipe ini lebih mengarah kepada penyesalan atas apa yang telah dilakukan di masa lampau.

Polanya menggunakan “past perfect tense” pada induk kalimat, dan “modal perfect (would have)” pada anak kalimat.

Perhatikan rumus dan contoh conditional sentence berikut:

IF PAST PERFECT TENSE, MODAL PERFECT (WOULD HAVE V3).

  • If I had studied hard, I would have been a president. (Jika dulu aku belajar dengan tekun, aku sudah menjadi seorang presiden.)

MODAL PERFECT (WOULD HAVE V3) IF PAST PERFECT TENSE.

  • I would have been a president if I had studied hard. (Aku sudah menjadi seorang presiden jika dulu aku belajar dengan tekun.)

Faktanya: I didn’t study hard, so I was not a president. (Aku tidak belajar dengan tekun, jadi aku bukan seorang president.)

Karena berupa harapan terhadap sesuatu yang telah terjadi, dan tidak mungkin lagi untuk kembali ke waktu tersebut, maka diperlukan fakta sebagai penjelas atas apa yang sebenarnya telah terjadi.

Sebagaimana contoh conditional sentence di atas, fakta pada tipe ke tiga ini berbentuk “simple past tense”,.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *