oleh

Arti, Fungsi, Jenis, Contoh, dan Rumus Modal Auxiliary Verb

-Grammar-378 views

Modal auxiliary sering disebut kata keja bantu (helping verb). Ia berfungsi untuk memberi tambahan arti pada ordinary verb (kata kerja utama).

Contoh: I read a book. (Saya membaca sebuah buku.)

Kata “read” di atas adalah kata kerja utama. Lalu kita tambahkan modal di depannya.

  • I will read a book. (Saya akan membaca sebuah buku.)
  • I must read a book. (Saya harus membaca sebuah buku.)
  • I can read a book. (Saya dapat membaca sebuah buku.)

Kata will, must dan can di atas memberi tambahan arti pada kata “read”.

Rumus Modal Auxiliary Verb

Dalam menyusun kalimat, kita perlu tahu bagaimana merangkai modal. Karena itu, rumus modal auxiliary verb adalah sebagai berikut:

Modal + Bare Infinitive

Perlu diingat, Modal auxiliary tidak mengalami perubahan apapun. Ia juga harus diikuti oleh kata kerja asli (Bare Infinitive), bukan kata kerja turunan.

Modal tidak boleh berubah artinya ia tidak bisa dibubuhi imbuhan, baik prefix (awalan), maupun suffix (akhiran).

Seperti pada kalimat sederhana ini: “She speaks, dan He is happy”

Jika misalnya ditambah “will dan can”, maka akan menjadi:

  1. She will speak, bukan She wills speak.
  2. He will be happy, bukan He cans be happy.

Kata kerja setelah modal auxiliary haruslah bare infinitive, bukan kata kerja turunan. Untuk memahaminya, perhatikan tabel berikut:

No Kata kerja asli (Bare Infinitive) Kata kerja turunan
1 Have Has, had, having
2 Be Are, am, is, was, were, been,being
3 Do Does, did, done, doing

Berdasarkan bagan di atas, kita tinggal menerapkannya dalam kalimat, seperti:

  1. He can do it (dia dapat melakukannya), bukan he can does it.
  2. We will be happy (kita akan bahagia), bukan we will happy. 

Jenis Modal

Modal terbagi menjadi tiga, yaitu modal auxiliary, similar modal, dan semi modal.

Modal Auxiliary

Yaitu modal murni yang tidak mengalami perubahan, dan harus diikuti oleh kata kerja asli (Bare Infinitive).

Modal auxiliary ini diantaranya adalah:

Can and could

Modal yang menyatakan ability atau kemampuan, dan juga menyatakan izin.

  • I can do it. (aku dapat melakukannya)
  • Can i go? (dapatkah aku pergi?)

Baca: arti, penggunaan, serta perbedaan can dan could

Will, would, shall

Modal will ini adalah modal yang biasa kita gunakan untuk mengungkapkan kegiatan di masa mendatang.

  • I will go to bali tomorrow. (Saya akan pergi ke Bali besok)
  • Would you help me? (Akankan kamu menolongku?) 
  • I shall learn with him. (Aku akan belajar bersama dia.)

Lihat kembali uraian simple future tense.

May and might

Modal ini digunakan untuk menyatakan kemungkinan mengenai hal yang akan terjadi.

  • She may go to Bali tomorrow. (Dia mungkin besok ke Bali.) 
  • He likes bananas. If you give him mangoes, he might eat them too. (Dia suka pisang. Jika kamu memberinya mangga, mungkin dia juga memakannya.)

Perbedaanya, might dipakai bila kemungkinannya kecil, sedangkan may bila kemungkinannya fifty-fifty (sekitar 50%)

Must

Must adalah modal yang kita gunakan untuk menyatakan keharusan dan kesimpulan.

  • You must go now (kamu harus pergi sekarang).
  • You must be tired after the game. (kamu pasti lelah pasca pertandingan)

Should, Had better, dan Ough to

Should, had better, dan ought to bisa di gunakan untuk memberikan saran, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri.

Hanya saja should merupakan saran yang bersifat pribadi, had better terkesan memaksa / mendesak, dan ough to merupakan saran berdasarkan aturan / norma orang banyak.

  1. We should see the doctor. (Kamu sebaiknya periksa ke dokter.)
  2. You had better go. If not so, you die. (Kamu sebaiknya pergi. Jika tidak, kamu mati)
  3. She ough to go home at nine this night. (Dia sebaiknya pulang jam 9 malam.)
Similar modal

Similar modal adalah frase yang memiliki arti setara dengan modal auxiliary, atau yang biasa kita sebut dengan Phrasal modal.

Dalam kalimat, tidak diperkenankan menyusun modal secara berurutan, seperti kata will dan can dalam contoh kalimat:

“I will can do it “.

Jika hal ini terjadi, maka modal yang terakhir harus diganti dengan phrasal modal. Sehingga menjadi:

“ I will be able to do it”.

Untuk lebih jelasnya, pelajari similar modal berikut:

Have to, have got to, be to (must)

Modal ini memiliki arti seperti Must. Hanya saja must digunakan untuk hal yang mendesak.

  • You have to write the poem. (Kamu harus menulis puisinya.)
  • You have got to pay to get it. (Kamu harus membayar dulu untuk mendapatkannya.)
  • We are to visit your mom in the hospital. (kami harus menjenguk ibumu di rumah sakit.)

Be going to (will)

Modal ini sama artinya dengan will. Hanya saja modal ini biasa di gunakan untuk hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya, atau hal-hal yang terjadi secara pasti.

  • I am going to visit my uncle next month. (Saya akan mengunjungi paman bulan depan.)
  • The sun is going to rise in this morning. (Matahari akan terbit pagi ini.)

Be able to (can)

Modal ini memiliki arti seperti halnya can.

  • I am able to kiss you. (Saya dapat menciummu) 
  • I will be able to do it.  (Saya akan dapat melakukannya),

Bukan I will can do it.

Be supposed to (should)

Modal ini memiliki arti harapan atau sebaiknya.

  • She is supposed to go (dia sebaiknya pergi).
  • I am supposed to join this party (Saya sebaiknya mengikuti pesta ini).
Semi Modal

Semi modal adalah kata kerja yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai Modal dan juga bisa sebagai Ordinary Verb.

Ada dua semi modal yang perlu Anda ketahui, yaitu need dan dare.

Need

Need berperan sebagai modal auxiliary bila diikuti oleh kata kerja asli (bare infinitive).

Sebaliknya, jika diikuti oleh to infinitive, maka ia berperan sebagai ordinary verb (verb biasa).

  • Modal: She need study English (Dia perlu belajar Bahasa Inggris)
  • Ordinary verb: She needs to study English (Dia perlu belajar Bahasa Inggris)

Dare

Dare juga sama seperti need. Berperan sebagai modal auxiliary bila diikuti oleh kata kerja asli (bare infinitive). Serta berperan sebagai ordinary verb (verb biasa) jika diikuti oleh to infinitive.

Modal bahasa Inggris yang satu ini digunakan untuk mengungkapkan keberanian.

  • Modal: He dare go there. (Dia berani pergi kesana)
  • Ordinary verb: He dares to go there. (Dia berani pergi kesana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *